tugas PJOK
Kamis, 16 Februari 2017
Senin, 10 Oktober 2016
-Pengertian Renang Gaya Dada / Katak
Renang gaya dada sering disebut dengan istilah breast stroke.
Teknik Renang Gaya Dada / Gaya Katak
Animasi Renang Gaya Dada / Gaya Katak :
Renang gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi
badan/dada menghadap ke permukaan air, kedua kaki menendang ke arah luar
sedangkan kedua tangan dibuka melebar ke samping sepeti gerakan
membelah air agar badan lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru
gerakan katak waktu berenang sehingga gerakan gaya dada sering juga
disebut gaya katak.
Renang gaya dada dibandingkan dengan gaya lainnya merupakan gaya yang
paling lambat daya lajunya.
Renang gaya dada sering disebut dengan istilah breast stroke.
Teknik Renang Gaya Dada / Gaya Katak
1. Latihan
Gerakan Meluncur
Gerakan meluncurkan merupakan teknik yang harus dikuasai
oleh setiap perenang. Langkah pertama ini penting untuk kita ketahui dan kita
kusai karena meluncur dapat menghilangkan rasa takut ketika berada di dalam
air, dapat menyesuaikan suhu, dan juga tentunya dapat menghilangkan resiko
terkenanya cidera. Berikut cara meluncur saat akan melakukan renang.
a. Pertama
yaitu berdirlahi di pinggir kolam dengan salah satu kaki menempel pada dinding
kolam.
b. Posisi
badan dibungkukan sehingga tampak sejajar dengan permukaan air, lalu kedua
belah tangan diluruskan dan mengapit telingga.
c. Tolakan
kaki yang berada di dinding kolam kuat-kuat, lalu tubuh atau badan akan
meluncur ke depan.
d. Kedua
lengan dan kedua kaki lurus ke depan.
e. Posisi
badan berada di permukaan air (stream line) dengan tubuh lurus dan jagalah
keseimbangan.
2. Latihan
Gerakan Kaki
Untuk berlatih gerakan kaki pada renang gaya dada dapat
Anda simak langkah-langkah berlatih gerakan kaki saat renang gaya dada berikut.
a. Posisi
badan terlungkup atau tengkurap.
b. Berpeganganlah
pada dinding kolam reanang.
c. Posisi
kepala berada di permukaan air dan kedua kaki dalam posisi lurus.
d. Kedua
kaki ditarik ke arah samping lalu kedua kaki diluruskan kembali, seperti pada
kaki katak ketika sedang berenang.
e. Saat
kedua kaki diluruskan buatlah lecutan pada saat kaki ditutupkan.
f.
Kondisi kedua kaki rileks.
g. Lakukanlah
secara terus menerus dan berulang ulang sampai Anda menguasainya dengan baik.
3. Latihan
Gerakan Tangan
Untuk mengetahui cara melatih gerakan tangan pada renang
gaya dada dapat Anda simak berikut ini.
a. Letakan
kedua kaki pada dinding kolam.
b. Luruskan
kedua tangan dan posisi kepala keluar dari permukaan air.
c. Tariklah
kedua tangan secara bersama ke arah dada bawah sambil telapak tangan mengayuh
air.
d. Pada
latihan gerakan tangan ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan bantuan papan
peluncur.
4. Latihan
Mengambil Nafas
Untuk melakukan pernafasan pada renang gaya dada ini
dapat Anda lakukan pada saat kedua tangan di tarik ke bagian samping, lalu
kepala diangkat ke atas sambil mengambil udara. Untuk mengeluarkannya dapat
Anda keluarkan di dalam air secara perlahan-lahan.
Animasi Renang Gaya Dada / Gaya Katak :
demikian blog tentang renang gaya dada..........sekian terimakasih
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Sepak bola adalah olahraga menggunakan bola yang dimainkan
oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang. Memasuki abad
ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200
negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola
bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit
ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi
panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh
bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10
(sepuluh) pemain lainnya hanya diijinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain
tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala
untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol lebih banyak pada akhir
pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir
imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti,
tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap
tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga
menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.
B.
Makalah ini bertujuan :
· Dapat mengetahui sejarah Permainan
Sepak Bola
·
Dapat
mengetahui tentang Permainan Sepak Bola
·
Dapat
mengetahui cara bermain Permainan Sepak Bola
C. Rumusan Masalah
·
Bagai
sebenarnya Teknik Permainan Sepak Bola
· Bagai mana peraturan tenis Permainan
Sepak Bola
·
Apa
saja yang diperlukan dalam permainan Permainan Sepak Bola
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Sepak Bola
Sejarah olahraga sepak
bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina.
Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola
kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang
dengan sebutan Kemari].
Di Italia,
permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai
berkembang di Inggris
dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan
banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini
dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia
juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar
menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas
dan sekolah.
Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika
11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan
tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby
dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai
dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut,
pedagang,
dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi
tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an,
berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
Masuk
Ke Indonesia
Sejarah sepak bola di Indonesia
diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di
Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres
PSSI di Solo,
organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering
digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun
tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan
terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku Buwono X
mendirikan stadion Sriwedari yang membuat
persepakbolaan Indonesia semakin gencar.
Sepeninggalan Soeratin
Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia
tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan
pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an,
beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di
antaranya Ramang,
Sucipto Suntoro,
Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.
Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri,
di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan
Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain
itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi
dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23)
B.
Lapangan Permainan
Sepak Bola
Ukuran lapangan standar
1.
Ukuran:
panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
2.
Garis
batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di
ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak
ada tembok penghalang atau papan
3.
Daerah
penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
4.
Garis
penalti: ... m dari titik tengah garis gawang
5.
Garis
penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang
6.
Zona
pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada
sisi tribun dari pelemparan
7.
Gawang:
lebar 7 m x tinggi 2,5 m
8.
Permukaan
daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
C.
Peraturan
resmi sepak bola adalah
• Offside
• Pelanggaran
• Tendangan Bebas
• Tendangan penalti
• Lemparan Dalam
• Tendangan Gawang
• Tendangan Sudut
Selain peraturan-peraturan di atas, keputusan-keputusan
Badan Asosiasi Sepak bola Internasional (IFAB) lainnya turut menambah peraturan
dalam sepak bola. Peraturan-peraturan lengkapnya dapat ditemukan di situs web
FIFA.
D.
Teknik
Dasar Permainan Sepak bola
Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik
dasar yang baik. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut
cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula. Beberapa teknik dasar yang
perlu dimiliki pemain sepakbola adalah Menendang ( kicking ), Menghentikan atau
Mengontrol ( stoping ), Menggiring ( dribbling ), Menyundul ( heading ),
Merampas ( tacling ), Lemparan Kedalam ( trow – in ) dan Menjaga Gawang ( Goal
Keeping ). Dibawah ini akan dijelaskan beberapa teknik Menendang, Menghentikan,
dan Mengiring bola dalam permainan Sepakbola.
1. Menendang (kicking)
Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan
sepakbolayang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk
mengumpan ( passing ), dan menembak kearah gawang ( shootig at the goal ).
Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi
beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki
bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.
a. Menendang
dengan kaki bagian dalam
Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak
pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
· Badan menghadap sasaran di belakang
bola.
· Kaki tumpu berada disamping bola
kurang lebih 15 cm, ujung kaki menghadap sasaran, lutut sedikit ditekuk.
· Kaki tending ditarik kebelakang, dan
ayunkan ke depan.
· Setelah terjadi benturan dilanjutkan
dengan Follow trow, (gerakan lanjutan).
b. Menendang dengan kaki bagian luar
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar
digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut :
· Posisi badan dibelakang bola, kaki
tumpu disamping belakang bola 25 cm,
· Ujung kaki menghadap kesasaran, dan
lutut sedikit ditekuk.
· Kaki tendang berada di belakang
bola, dengan ujung kaki menghadap
kedalam.
kedalam.
· Kaki tending ditarik kebelakang dan
ayunkan kedepan.
· Perkenaan bola tepat di punggung
kakibagian luar, dan tepat pada tengah –tengah bola.
· Gerakan lanjutan kaki tending
diangkat serong kurang lebih 45 derajat
menghadap sasaran.
menghadap sasaran.
c. Menandang dengan punggung kaki
Pada umumnyamenendang dengan punggung kaki digunakan untuk
menembak ke gawang atau shooting. Analisis gerakanya sebagai berikut :
· Badan dibelakang bola sedikit
condong kedepan, kaki tumpu diletakkan di samping bola dengan ujung kaki
menghadap kesasaran, kaki sedikit
· Ditekuk.
Kaki tending berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap kedepan / sasaran.
Kaki tending berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap kedepan / sasaran.
· Kaki tending tarik ke belakang dan
ayunkan kedepan hingga mengenai bola. Perkenaan kaki pada bola tepat pada
punggung kaki penuh dsan tepat pada tengah – tengah bola.
· Gerakan lanjut kaki tending
diarahkan dan di angkat kearah sasaran.
2. Menghentikan Bola (Stopping)
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam
permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan
menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah
untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan
untuk passing. Analisis gerakanya sebagai berikut :
· Posisi badan segaris dengan
datangnya bola.
· Kaki tumpu mengarah pada boladengan
lutut sedikit ditekut.
· Kaki penghenti diangkat sedikit
deengan permukaan bagian dalam kakidijulurkan kedepan segaris dengan datangnya
bola.
· Bola menyentuh kaki persis dibagian
dalam/mata kaki.
· Kaki penghenti mengikuti arah bola.
Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara
yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan Punggung kaki, Paha, Dada,
serta Kepala apabila memungkinkan.
3. Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus –
putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring
bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring
bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan
menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat
menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :
·
Posisi
kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
·
Kaki
yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik kebelakang hanya diayunkan
kedepan.
·
Diupayakan
setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/ didorong bergulir kedepan. Bola
bergulir harus selalu dekatdengan kaki agar bola dapat dikuasai
·
Pada
waktu menggiring bolakedua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah penguasaan
bola.
·
Pada
saat kaki menyentuh bola, pendangan ke arah bola dan selanjutnya melihat
situasi kelapangan.
E.
Taktik
Permainan
Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai
berikut: 4-4-2 , 4-3-2-1 , 4-5-1 , 3-4-3 , 3-5-2 , 4-3-3
Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah
tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya
ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang dan Normal.
F.
Ofisial
Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang
mempunyai "wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan
Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya"
(Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya
dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu
dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu
seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika
diperlukan.
G.
Tim
Setiap tim maksimal memiliki sebelas pemain, salah satunya
haruslah penjaga gawang. Kadang-kadang ada peraturan kejuaraan yang
mengharuskan jumlah minimum pemain dalam sebuah tim (biasanya delapan).Sang
penjaga gawang diperbolehkan untuk mengambil bola dengan tangan atau lengannya
di dalam kotak penalti di depan gawangnya.
Pemain lainnya dalam kedua tim dilarang untuk memegang bola
dengan tangan atau lengan mereka ketika bola masih dalam permainan, namun boleh
menggunakan bagian tubuh lainnya. Pengecualian terhadap peraturan ini berlaku
ketika bola ditendang keluar melewati garis dan lemparan dalam dilakukan untuk
mengembalikan bola ke dalam permainan. Sejumlah pemain (jumlahnya berbeda
tergantung liga dan negara) dapat digantikan oleh pemain cadangan pada masa
permainan. Alasan umum digantikannya seorang pemain termasuk cedera, keletihan,
kekurangefektifan, perubahan taktik, atau untuk membuang sedikit waktu pada
akhir sebuah pertandingan. Dalam pertandingan standar, pemain yang telah diganti
tidak boleh kembali bermain dalam pertandingan tersebut.
Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.
Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.
H.
Lama
permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah
istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang,
maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang,
namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.
Kebanyakan
pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim
memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa
pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan
yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak
yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB
telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem 'sudden death', namun
mereka kini telah tidak digunakan. Jika hasilnya masih imbang setelah
perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk
menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan
pertandingan tersebut untuk diulangi.
Perlu
diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut
dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik
penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.
I.
Wasit
sebagai pengukur waktu resmi
Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah
1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan
yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu.
Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima.
Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa italia.Penggunaan 4 hakim garis
kabarnya juga dicoba di piala dunia 2010,dimana 2 diantaranya berada di
belakang gawang.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Pemain terbagi atas Dua tim yang masing-masing terdiri dari
11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan
("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang
pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk
menentukan pemenang jika hasilnya seri). Peraturan terpenting dalam mencapai
tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh
bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.
Langganan:
Postingan (Atom)



